Cara Sujud Sahwi Bila Terlupa Rakaat Dan Doa Qunut

“Rasanya aku lupalah nak baca doa qunut tadi. Apa patut buat aku buat ya?”

Kita sebagai hamba Allah yang lemah memiliki banyak kekurangan. Kita tak akan terlepas dari sifat lupa atau leka walaupun ketika beribadah kepadaNya. Sujud sahwi adalah cara untuk menutup kekurangan dalam solat fardhu.

Cara Solat Dhuha Yang Mudah, Ringkas & Betul. Dengan Doa!

Foto Kredit: nev.it

HUKUM SUJUD SAHWI

Sahwi bererti lupa. Menurut Imam merangkap Penolong Pengarah Pembinaan Sakhsiah Masjid Negara, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Mohd Zuhairee Mohd Yatim, sesuai dengan namanya, sujud sahwi ini dilakukan adalah untuk menampung beberapa jenis kesalahan yang dibuat ketika solat akibat lalai atau terlupa. Antara kesalahannya adalah terlupa melakukan salah satu sunat ab’adh, iaitu tahiyat awal dan doa qunut.

Hal ini adalah berdasarkan hadis daripada al-Mughirah bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang kamu berdiri sesudah dua rakaat tetapi ia belum sampai sempurna berdiri, maka hendaklah ia duduk kembali (untuk tasyahud pertama) tetapi jika ia sudah berdiri dengan sempurna, maka jangan ia duduk kembali dan hendaklah ia sujud dua kali (Sujud Sahwi)”. (Riwayat Ahmad)

Selain itu, ia juga dianjurkan sekiranya kita berasa ragu-ragu terhadap bilangan rakaat. 

Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلاَثًا أَوْ أَرْبَعًـا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَـا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَـانَ صَلَّى خَمْسًا شَفِعْنَ لَهُ صَلاَتُهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا ِلأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيْمًا لِلشَّيْطَانِ.

“Jika salah seorang di antara kamu ragu dalam solatnya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia lakukan, tiga rakaat atau empat rakaat. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima rakaat, maka dia telah melengkapkan solatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat rakaat, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan.” (Hadis Riwayat Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i RA)

Sujud sahwi hukumnya adalah sunat. Ini bermakna, tidaklah batal solat seseorang jika tidak dilakukan.

cara sujud sahwi

Foto Kredit: jebateja.blogspot.com

CARA SUJUD SAHWI YANG LENGKAP

Walaupun hukumnya sunat, eloklah kita melakukannya apabila perlu. Ini kerana, cara sujud sahwi sebenarnya amat mudah, iaitu seperti berikut:

1. NIAT

Sujud sahwi perlu diniat terlebih dahulu pada penghujung rakaat terakhir. Sesudah tahiyat akhir, sebelum memberi salam, takbir dan sujud dengan lafaz sujud sahwi.

*Menurut kuliah Ustaz Don Daniyal, jika kita sudah berniat mahu melakukan sujud sahwi, duduk tahiyat akhir seeloknya dalam keadaan duduk antara dua sujud.

2. SUJUD

Lafaz ini dibacakan 3 kali dalam sujud sahwi:
سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ
Subhana Man Laa Yanaamu Walaa YasHuu

Maksudnya: Maha suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa

3. DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Selepas membaca lafaz tersebut, bangun daripada sujud dan duduk dalam posisi di antara dua sujud, sama seperti yang biasa kita lakukan dalam solat. Bacaan juga sama seperti duduk antara dua sujud.

4. SUJUD SEKALI LAGI

Sesudah itu duduk kembali pada posisi duduk di antara dua sujud dan lakukan sujud sahwi sekali lagi. Kemudian duduk dalam keadaan tahiyat akhir dan beri salam seperti biasa (tak perlu mengulang bacaan tahiyat akhir sekali lagi).

cara sujud sahwi

Foto Kredit: photo.elsoar.com

BAGAIMANA KALAU TERTINGGAL PERBUATAN YANG TERMASUK DALAM RUKUN SOLAT?

Setakat ini, kita dijelaskan bahawa kita digalakkan melakukan sujud sahwi apabila kita terlupa sesuatu perbuatan sunat ab’adh, iaitu doa qunut atau tahiyat awal yang tidak termasuk dalam 13 rukun solat.

Jadi, apakah yang sepatutnya kita lakukan jika kita terlupa melakukan perkara yang termasuk dalam rukun (contohnya membaca al-fatihah atau rukuk)?

Menurut kuliah ini, kita tidak boleh menggantikan perkara yang tertinggal tadi dengan sujud sahwi semata-mata. Contohnya, kita terlupa membaca al-fatihah pada rakaat ketiga dalam solat maghrib. Maka, kita perlu membaca al-fatihah yang tertinggal tadi dengan cara mengulang rakaat ketiga secara keseluruhannya (kerana rakaat ketiga tadi tidak dikira sempurna). Sebelum mengakhiri solat, barulah kita melakukan sujud sahwi.

Cara Solat Istikharah Ringkas Dengan Bacaan Doa!

Foto Kredit: garyschapman.com

HIKMAH SUJUD SAHWI

Sujud sahwi sangat dituntut untuk membaiki solat kita yang cela. Allah yang Maha Penyayang masih boleh menerima ibadah kita walaupun ada cacat celanya.

Segala amalan yang dituntut dalam Islam pasti ada hikmahnya. Dalam perihal sujud sahwi, kita sebagai hamba banyak kekurangannya. Maka, Rasulullah SAW mengajar kita cara sujud sahwi sebagai salah satu cara menutup kekurangan kita.

Kita sebagai hamba perlu segera memohon keampunan kepada Allah jika khilaf. Hanya kepada Allah tempat kita bersujud dan memohon keampunan atas kealpaan kita.

Semoga amal ibadat kita diterima oleh Allah.

Dua Dosa yang Tetap Mengalir Walaupun Sudah Meninggal

Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.

5 Saintis Non-Muslim Peluk Islam Selepas Mengetahui Keajaiban Al-Quran

non muslim membaca al quran

Bagi mereka yang bijak pandai seperti para saintis, mereka hanya mempercayai apa yang boleh dilihat dan dibuktikan. Itu adalah naluri biasa seorang saintis dan cendekiawan. Kerja mereka adalah melakukan eksperimen dan membuat penemuan-penemuan saintifik.

Dan apabila kajian dan eksperimen yang mereka lakukan, diketahui bahawa telah dinyatakan lebih 1,400 tahun dahulu di dalam Al-Quran dan oleh Nabi Muhammad, para saintis ini sangat terkejut dan kagum. Bagaimana sesuatu yang berlaku hari ini mampu diketahui beribu tahun dahulu?

pelawak russel brand membaca al quran

iluminasi.com ingin berkongsi 5 saintis bukan muslim yang memeluk Islam setelah mengetahui kejaiban Al-Quran.

1. Professor Siaveda (Jepun)

professor siaveda

Professor Siaveda adalah seorang profesor geologi marin dari Jepun. Beliau telah ditanyakan beberapa soalan oleh Sheikh Zindani berkenaan kepakarannya, dan memberitahunya mengenai ayat-ayat Quran dan Hadis yang menyebut fenomena yang sama seperti dikemukakannya. Sheikh Zindani juga bertanya mengenai bentuk gunung, dan sama ada ia mempunyai akar dalam bumi.

Apakah pendapat anda mengenai apa yang anda lihat dalam Al-Quran dan Hadis, dengan rahsia alam semesta, yang mana para saintis baru menemui baru-baru ini? :

“Bagi saya, ia tersangat misteri, seolah-olah ia mustahil. Saya berasa jika apa yang anda katakan itu benar, bermakna kitab ini adalah sebuah kitab yang tersangat luar biasa, dan saya setuju,”

2. E. Marshall Johnson (Amerika Syarikat)

e marshall johnson 2

Beliau merupakan seorang profesor dan pengerusi Jabatan Biologi Anatomi dan Pembangunan, dan Pengarah Institut Daniel Baugh di Universiti Thomas Jefferson, Pennsylvania, Amerika Syarikat.

Juga telah menerbitkan lebih daripada 200 penulisan. Profesor Johnson mula berminat terhadap tanda-tandan saintifik dalam Al-Quran di Persidangan Perubatan Saudi ke-7 pada tahun 1982 apabila ahli komiti khas ditubuhkan bagi menyiasat petanda saintifik dalam Al-Quran dan Hadis.

Beliau enggan menerima kewujudan ayat-ayat Quran dan Hadis berkenaan dengan proses saintifik. Namun selepas perbincangan dengan Sheikh Zindani, beliau mula menumpukan perhatian padaa kajiannyaa di internet dan juga tumbesaran luaran fetus.

“Quran bukan sahaja menerangkan tumbesaran luaran fetus, malah menekankan peringkat dalaman, peringkat dalaman embrio, ciptaan dan perkembangan, menekankan perkara utama yang berlaku dan ia diiktiraf oleh sains kontemporari. “

“Sebagai seorang saintis, saya hanya boleh berurusan dengan perkara yang saya nampak. Saya dapat memahami embriologi dan perkembangan biologi. Saya juga dapat memahami perkataan yang diterjemahkan daripada Al-Quran. Saya tak melihat bukti untuk membantah konsep Muhammad harus mengembankan maklumat (Al-Quran) daripada beberapa tempat. Jadi saya tak melihat apa-apa yang bertentangan dengan konsep bahawa terdapat campurtangan ilahi dalam penulisan yang dilakukan baginda,”

3. Joe Leigh Simpson (Amerika Syarikat)

joe leigh simpson 863

Beliau adalah seorang profesor dan penegrusi Jabatan Obstektrik dan Ginekologi di Kolej Perubatan Baylor, Texas, Amerika Syarikat. Profesor Joe juga merupakan presiden Persatuan Kesuburan Amerika dan banyak menerima anugerah termasuk Anugerah Pengiktirafan Awam Persatuan Profesor Obstetrik dan Ginekologi tahun 1992.

Seperti profesor-profesor lain, Profesor Joe terkejut apabila mengetahui bahawa Quran dan Hadis mengandungi ayat-ayat berkaitan dengan bidang beliau. Dan apabila bertemu dengan Sheikh Abdul Majeed A. Zindani, beliau berkeras untuk mengesahkan ayat-ayat yang dikemukakan padanya dari Quran dan Hadis.

“Hadis ini tak mungkin diperolehi berdasarkan pengetahun saintifik yang boleh didapati ketika zaman “penulis” tersebut. Ia bukan tidak ada konflik antara genetik dan agama (Islam), malah agama (Islam) mampu membimbing sains dengan menambah wahyu kepada beberapa pendekatan saintifik tradisional. Terdapat ayat-ayat dalam Quran yang yang ditunjukkan berabad-abad lamanya yang kemudiannya menyokong pengetahun dalam Al-Quran yang diturunkan oleh Tuhan,”

4. Gerald C. Goeringer (Amerika Syarikat)

gerald c goeringer

Beliau merupakan seorang profesor dan Penyelaras Embriologi Perubatan di Jabatan Biologi Sel, Sekolah Perubatan Universiti Georgetown di Washington, Amerika Syarikat.

Sheikh Abdul Majeed A.Zindani telah bertemu dengan Profesor Gerald dan bertanya beliau sama ada sejarah embriologi terdapat sebutan mengenai perbezaan tahap perkembangan embrio, atau sama ada wujudnya apa-apa teks embriologi pada zaman Nabi Muhammad.

Sheikh Zindani juga bertanyakan pendapat beliau mengenai istilah yang digunakan oleh Al-Quran untuk menerangkan perbezaan fasa perkembangan fetus. Selepas perbincangan panjang, Profesor Gerald membentangkan kajian beliau di Konferens Perubatan Saudi ke-8:

“Dalam beberapa ayat Al-Quran terkandung penerangan yang sangat komprehensif mengenai pembangunan manusia bermula dari penggabungan gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada rekod perkembangan seperti klasifikasi, terminologi dan penerangan yang wujud sebelum ini. Sekurang-kurangnya, penerangan ini telah ditulis berabad-abad lamanya,”

5. Yushidi Kusan (Jepun)

yushidi kusan

Beliau merupakan Pengarah di Balai Cerap Tokyo, Tokyo, Jepun. Sheikh Abdul Majeed telah mengemukakan beberapa ayat Quran menerangkan permulaan alam semesta dan syurga, serta hubungan antara bumi dan syurga. Yushidi menjelaskan kehairanannya dengan mengatakan Quran menerangkan alam semesta seperti apa yang dilihat daripada titik pemerhatian tertinggi, sehinggakan semuanya begitu jelas.

“Apa yang saya boleh kata adalah saya sangat kagum mengenai penemuan fakta astronomi dalam Al-Quran, dan bagi kita ahli astronomi moden yang mempelajari sekeping alam semesta yang sangat kecil. Kita telah menumpukan sepenuh usaha dalam memahami hanya sebahagian kecil sahaja.

Kerana dengan menggunakan teleskop, kita hanya dapat melihat bahagian-bahagian kecil langit sahaja tanpat memikirkan tentang keseluruhan alam semesta. Jadi dengan membaca Al-Quran, dan dengan menjawab soalan-soalan yang diajukan, saya rasa saya sudah menemui jalan untuk menyiasat alam semesta,”

Rujukan : True Religion Debate

Sumber: Iluminasi

11 Kelebihan Istighfar Yang Patut Anda Tahu

Apabila dilihat makna di sebalik ungkapan ISTIGHFAR, “Aku memohon keampunan dari Allah swt.”; dapat dilihat bahawa ungkapan ini adalah suatu lafaz bertaubat dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya. Jelas sekali bahawa lafaz yang sangat pendek ini amat besar nilainya di sisi Allah swt iaitu sama besarnya dengan taubat seperti dalam firmanNya:

annasr3

Maka ucapkanlah tasbih dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampun kepadaNya, sesungguhnya Dia amat menerima taubat. (Surah An-Nasr: 3)

Justeru pasti lafaz yang tinggi kepentingannya sehingga sering dianjurkan Allah swt di dalam kitabNya ini memiliki banyak rahsia dan kelebihannya. Berikut adalah antara kelebihan-kelebihan mengamalkan istighfar di dalam kehidupan seharian kita.

#1 – Diampunkan Dosa-Dosanya oleh Allah swt

Kita adalah seorang hamba yang tidak dapat lari dari melakukan kesalahan dan jauh sekali dari kesempurnaan. Kelemahan diri dalam melawan hawa nafsu menyebabkan kita sering jatuh tersungkur di lembah maksiat.

Namun janganlah pernah berputus asa dalam mengharapkan keampunan daripada Allah swt dan teruslah beristighfar. Kerana Allah swt telah berjanji seperti di dalam sabda baginda Rasulullah saw:

Allah telah berfirman, “Wahai hamba-hambaKu, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepadaKu, nescaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahawa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”
Riwayat Ibnu Majah, Tirmidzi

#2 – Dimakbulkan Permintaan & Hajat

Orang yang sentiasa ikhlas memohon keampunan daripada Allah swt pasti sentiasa dibersihkan dari dosa-dosanya. Apabila seseorang hamba itu bersih dari dosa maka munajatnya mudah diperkenankan oleh Allah swt kerana dekatnya dia di sisi Allah swt. Adalah tidak mustahil bagi Allah swt untuk memakbulkan segala permintaannya dengan sifat Allah Yang Maha Pemurah itu.

Imam Ahmad Ibnu Hambal mengisahkan kelebihan istighfar yang diamalkan oleh seorang pembuat roti. Sepanjang malam si pembuat roti akan membuat roti sambil beristighfar tanpa henti dan ini telah didengari oleh Imam Ahmad yang menumpang tidur di rumahnya.
istighfar tasbih quran

Doa dimakbulkan jika yakin dan rajin beristighfar kepada Allah. [Azrin]

Lalu ditanyakan kepadanya apakah kelebihan yang diperolehinya melalui amalan istighfar yang bersungguh-sungguh itu. Dijawab si pembuat roti bahawa Allah swt telah mengkabulkan segala permintaannya selama ini setiap kali dia berdoa kecuali permintaannya untuk bertemu dengan Imam Ahmad Ibnu Hambal.

(Si pembuat roti tidak mengenali Imam Ahmad yang dipelawanya untuk menumpang tidur di rumahnya sendiri ketika itu). Imam Ahmad sangat terkejut bagaimana Allah swt telah merencanakan perjalanannya sehingga dia berteduh di rumah si pembuat roti. Ternyata juga ini semua untuk memperkenankan hajat si pembuat roti iaitu ingin bertemu dengannya.

Melalui kisah ini dapat dikongsikan bahawa antara kelebihan amalan istighfar ialah diperkenankan segala permintaan dan dimakbulkan hajat oleh Allah swt pada hamba-hambaNya yang sentiasa memohon keampunan dariNya.

#3 – Bertambah Kekuatan

“Tiada daya dan kudrat melainkan hanya dengan Allah swt,” itulah fitrah kejadian manusia. Segala kekuatan hanya milik Sang Pencipta. Betapa setiap ujian dan cabaran dalam hidup yang ada pasang surutnya membuatkan kita lelah.

Mahu tidak mahu segala keperitan itu perlu dihadapi juga. Tapi dari manakah segala kekuatan dapat diperolehi kembali setelah diri dirasakan telah lunyai diasak dugaan? Firman Allah swt yang bermaksud:

hud52

Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Ia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa! (Surah Hud: 52)

Dekatnya seorang hamba kepada Sang Pencipta, dekat lagi Sang Penciptanya kepada hamba itu. Dia tidak akan meninggalkan hamba-hambaNya yang begitu tekun mendekatiNya dengan sentiasa mengharapkan keampunanNya. Dan Tuhannya juga berjanji untuk menambah kekuatan hambaNya agar menang dalam menghadapi segala cabaran hidup di atas dunia ini.

#4 – Mudah Mendapat Zuriat

Para ulama’ menyarankan kepada setiap pasangan yang berhajat pada zuriat untuk memperbanyakkan amalan istighfar. Antara kisah yang boleh dikongsi di sini adalah dari Imam al Qurtubi yang diriwayatkan oleh Ibnu Shabih tentang seorang lelaki yang tidak mempunyai zuriat telah menemui Hasan al-Basri kerana hal ini.

Lelaki itu kemudiannya telah dinasihatkan oleh Hasan untuk mengamalkan istighfar. Setelah beberapa ketika mengamalkan istighfar, lelaki itu kembali kepada Hasan untuk memaklumkan kehamilan isterinya.

zuriat gembira keluarga

Memperoleh zuriat merupakan kebahagiaan paling bermakna dalam hidup. [Asknie]

Kelebihan istighfar dalam ikhtiar untuk mendapatkan zuriat juga telah dikongsi oleh Syeikh Aidh al Qarni di dalam ceramahnya. Syeikh Aidh al Qarni menceritakan bagaimana seorang wanita yang disahkan mandul oleh doktor dan pakar perubatan telah dikurniakan dengan anak setelah mengamalkan saranan seorang ulama’ untuk memperbanyakkan istighfar.

Menurut penceramah terkenal Ustazah Siti Nor Bahyah, Allah swt sentiasa mengasihi dan merahmati mereka yang beristighfar. Kasih sayang Allah swt kepada mereka memungkinkan pengurniaan cahaya mata dari Allah swt. Kerana itu beliau sangat menggesa agar pasangan yang inginkan cahaya mata untuk terus mengamalkan istighfar.

Nasihat yang sama kini turut diberikan oleh seorang penulis buku Ustaz Mohamad Abdul Kadir bin Sahak. Istighfar merupakan salah satu amalan yang disenaraikan oleh ustaz kepada soalan yang ditanyakan kepadanya tentang bagaimana untuk dikurniakan anak.

#5 – Menyembuhkan Penyakit

Seorang da’i yang hanya dikenali sebagai Ustaz Danu telah berkongsi tentang pengalamannya selama 15 tahun yang meneliti bahawa terdapatnya hubungkait suatu penyakit dengan kebiasaan maksiat dan dosa yang dilakukan oleh seorang pesakit.

Menerusi pemerhatian inilah dia akhirnya menyimpulkan bahawa istighfar merupakan salah satu jalan kepada kesembuhan penyakit. Semua yang menemuinya untuk mendapatkan nasihat tentang bagaimana untuk menghadapi ujian penyakit yang dialami akan diusulkan agar memperbanyakkan istighfar. Imam Qatadah pernah berkata:

“Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan ubat kalian, adapun penyakit kalian adalah dosa, dan ubat kalian adalah istighfar.”
Kitab Ihya’ Ulumuddin: 1/410

Rahsia amalan istighfar sebagai jalan penyembuhan juga telah saya alami sendiri. Sejak kecil lagi saya menghidapi suatu penyakit. Penyakit ini telah memberi kesukaran dan kesulitan kepada saya dalam menjalankan aktiviti harian.

Saya pernah berjumpa ramai doktor dan berikhtiar dengan ramai ustaz, namun ternyata Allah swt belum mengizinkan kesembuhan ke atas saya. Sehinggalah saya dinasihati oleh seseorang untuk memohon keampunan dari Allah swt.

sembuh penyakit darah merah

Dengan izin Allah, dengan istighfar dapat menyembuhkan penyakit. [jibonbld]

Jangan minta apa-apa untuk dunia dan jangan minta apa-apa untuk akhirat; jangan minta apa-apa dari Allah swt melainkan keampunan sahaja, begitu sekali ditekankan kepada saya. Selama tiga hari saya hanya minta ampun tanpa memikirkan apa-apa selain itu, bahkan berdoa untuk kesembuhan kesakitan itu juga saya tidak.

Segala puji hanya bagi Allah swt, tanpa disangka penyakit yang dihadapi selama bertahun-tahun itu sembuh selepas hanya tiga hari. Sejak itu saya sangat yakin dengan amalan istighfar dan sesiapa sahaja akan saya nasihatkan agar perbanyakkan istighfar sebagai kunci mendapatkan kesembuhan.

#6 – Menyejukkan Hati Isteri yang Sedang Marah

Dikisahkan tentang seorang hamba Allah yang telah bertengkar dengan isterinya mulai saat dia tiba di rumah sehingga menjelang Subuh. Teruknya keadaan mereka suami isteri bertengkar sehingga si isteri membuat keputusan untuk keluar dari rumah dan pulang kepada orang tuanya.

Kecewa kerana gagal memujuk si isteri, hamba Allah ini telah pergi ke masjid dalam keadaan marah dan beremosi ketika isterinya sibuk mengemas pakaian. Selepas solat Subuh berjemaah, hamba Allah ini memilih untuk beristighfar selama sejam bagi menenangkan dirinya dari terus pulang ke rumah.

isteri marah pujuk keluarga

Utamakan keluarga dan tenteramkanlah hati kerana Allah swt. [ashrafali]

Usai beristighfar dia kembali ke rumah namun alangkah terkejutnya dia apabila melihat si isteri sedang menanti dengan wajah yang manis dan ceria. Lebih menghairankan apabila si isteri juga meminta maaf atas keterlanjuran dan pertelingkahan yang berlaku sepanjang malam itu.

Hamba Allah ini lalu bertanya si isteri apa yang berlaku sehingga si isteri boleh berubah. Si isteri menjawab bahawa dia juga tidak tahu namun sejak sejam yang lalu hatinya tiba-tiba merasa tenang dan jiwanya jadi tenteram. Si isteri juga jadi sedar pada kesilapannya. Hamba Allah ini lantas teringat bahawa pada sejam itulah dia sedang khusyuk beristighfar. Hamba Allah ini sangat bersyukur atas bantuan Allah swt dalam mendamaikan hati mereka berdua.

Mungkin ada kesilapan, dosa dan maksiat yang kita lakukan secara sedar atau tidak kepada Allah swt sehingga kita diuji dengan pasangan dan keluarga kita. Anak-anak jadi degil dan liar, entah ke mana perginya. Kembalilah kepada Allah swt atas teguran ini, berhentilah dengan dosa dan banyakkan memohon ampun. InsyaAllah akan dikembalikan keamanan di dalam keluarga kita.

#7 – Dijauhkan dari Azab & Bala

 

alanfal33

Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka, sedang engkau (wahai Muhammad) ada di antara mereka; dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampun). (Surah Al-Anfal: 33)

Mintalah ampun pada setiap masa kerana sungguh kita tidak tahu ketika bila Allah swt mengurniakan keampunan kepada kita. Jangan berhenti mengharapkan keampunan Allah swt kerana kita tidak tahu lafaz yang mana diangkat Allah swt sebagai asbab menyelamatkan kita dan keluarga kita dari azab dan bala di dunia dan di akhirat.

Seorang pemotong daging telah ditanya oleh seorang ulama’ tentang amalan apakah yang sering dilakukannya sehingga kubur ayahnya begitu lapang dan bercahaya. Amalan apakah yang menyebabkan ayahnya tidak diazab di alam barzakh sedangkan penghuni kubur yang lain berada dalam dukacita.

Ternyata jawab si pemotong daging bahawa dia tidak pernah berhenti memohon keampunan Allah swt untuk ayahnya dan amalan inilah yang menyelamatkan ayahnya di sana.

#8 – Ditambah Nikmat & Kekayaan

Dr Azizan Osman, seorang jutawan yang tidak lokek berkongsi ilmu dan pengalaman amat menegaskan amalan istighfar kepada para pelajarnya selain amalan sedekah.

Kaya Duit Wang Nikmat

Selayaknya Allah swt memberikan ganjaran kepada hambaNya yang soleh. [Erik]

Seorang peniaga minyak wangi yang berjaya pula pernah menasihati saya untuk mengamalkan sekurang-kurangnya 70 kali istighfar sebelum memulakan sesi perniagaan.

Nasihat ini ada benarnya dan terbukti kerana antara janji Allah swt ganjaran buat mereka yang memohon keampunan kepadaNya adalah kekayaan dalam bentuk harta, rezeki dan anak-anak. Firman Allah swt:

nuh10

“Sehingga aku berkata (kepada mereka): `Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, sesungguhnya adalah Ia Maha Pengampun. (Surah Nuh: 10)

nuh11

“(Sekiranya kamu berbuat demikian), Ia akan menghantarkan hujan lebat mencurah-curah, kepada kamu; (Surah Nuh: 11)

nuh12

“Dan Ia akan memberi kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; dan Ia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai (yang mengalir di dalamnya). (Surah Nuh: 12)

Selain itu, Allah swt juga berjanji bahawa mereka yang beristighfar akan diberi nikmat yang tidak putus-putus seperti di dalam firmanNya:

hud3

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan kamu (dari perbuatan syirik), kemudian hendaklah kamu rujuk kembali taat kepadaNya; supaya Ia memberi kamu nikmat kesenangan hidup yang baik (di dunia) hingga ke suatu masa yang tertentu, dan (di akhirat pula) Ia akan memberi kepada tiap-tiap seorang yang mempunyai kelebihan (dalam sebarang amal yang soleh) akan pahala kelebihannya itu; dan jika kamu berpaling (membelakangkan tiga perkara itu), maka sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari kiamat yang besar (huru-haranya). (Surah Hud: 3)

#9 – Memberatkan Timbangan Akhirat & Diangkat Ke Syurga

Kesayangan Rasulullah saw, Saidatina Aisyah ra pernah berkata:

“Beruntunglah orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” Riwayat Bukhari

Mengapa beruntung? Keampunan Allah swt akan memadam segala rekod jahat di dalam catatan amal seorang hamba. Malah kejahatan akan diganti dengan kebajikan seperti firman Allah:

alfurqan70

Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Surah Al-Furqan: 70)

Maka pahala akan bertambah dan dosa akan berkurang. Ini akan memberatkan timbangan di akhirat kelak. Selain pahala dan kebajikan yang banyak, Allah swt juga menjanjikan syurga kepada mereka yang memohon keampunanNya seperti firman Allah:

aliimran135

Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka – dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). (Surah Ali-Imran: 135)

aliimran136

Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal. (Surah Ali-Imran: 136)

#10 – Penyelesaian Setiap Permasalahan, Jalan Keluar dari Kesusahan & Kesedihan

Perkongsian ini dari seorang ulama’, Ibnu Taimiyyah Rahimahullah. Menurut pengalaman beliau:

“Sungguh, kadang-kadang terlintas di hatiku suatu persoalan yang sulit untuk aku fahami, maka aku beristighfar kepada Allah, sehingga dadaku menjadi lapang dan persoalan itu terpecahkan. Terkadang aku berada di pasar, masjid atau sekolah, hal itu tidak menghalangiku untuk mengucapkan istighfar, hingga aku memperoleh yang aku inginkan.”

Keyakinan para ulama’ dalam melazimi istighfar telah memberi manfaat kepada mereka untuk memahami dan mendalami persoalan ilmu sehingga menjadi pakar dalam bidang mereka. Istighfar juga memudahkan segala urusan dan menyelesaikan masalah sehingga mereka dapat mengatur masa dalam kesibukan mereka belajar, mengajar, bekerja dan menulis kitab. Dari Ibni Abbas ra, baginda Rasulullah saw juga bersabda:

“Barangsiapa yang sentiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad

#11 – Menggembirakan Allah & Dicintai Allah

Pasti matlamat utama istighfar adalah untuk mendapatkan redha daripada Allah swt. Mudahan redha Allah swt membuatkan kita beroleh ehsan dariNya ketika hari Kiamat tiba dan ketika kita dalam perhitungan antara Neraka dan Syurga. Redha Allah swt akan diperolehi apabila kita menggembirakan Allah swt dan istighfar adalah jalannya. Rasulullah saw bersabda:

“Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hambaNya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.”
Riwayat Bukhari dan Muslim

Rasulullah saw juga bersabda:

“Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya bagaikan orang yang tidak berdosa.”
Riwayat Ibnu Majah

Kekasih adalah orang yang dicintai. Kekasih adalah orang yang sentiasa dirindui dalam ingatan. Seorang yang bercinta akan sanggup melakukan apa sahaja agar yang dicinta selamat dan gembira sentiasa.

Kemanisan apakah yang lebih hebat dari kemanisan bercinta? Kekasih manakah yang lebih hebat dalam bercinta jika bukan Allah swt? Maka beruntunglah orang yang dicintai Allah swt. FirmanNya:

albaqarah222

Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: “Darah haid itu satu benda yang (menjijikkan dan) mendatangkan mudarat”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri. (Surah Al-Baqarah: 222)

Rumusan

Dengan begitu banyak kemanisan, ganjaran dan kelebihan istighfar, maka rugilah jika kita tidak mengejar segala kebaikan ini untuk pelaburan dunia dan keuntungan akhirat. Berhentilah berdolak-dalih dengan pelbagai alasan untuk kembali kepada Tuhan sedangkan istighfar boleh dilakukan di mana sahaja dengan lafaz yang paling mudah. Lazimi istighfar ketika senang, mudahan istighfar menjadi asbab bantuan ketika susah.

Kisah Tentang Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah. Biasanya setelah salat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar mampu menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain jika diamalkan.

Kisah-kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Mulai dari kisah pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, hingga nenek tua renta yang mengharapkan pertolongan dokter untuk menyembuhkan cucunya. Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

1. Kisah Ajaib Pedagang Roti
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan  untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena  Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya.

2. Ajaibnya Istighfar Seorang Ibu 
Kisah selanjutnya belum lama terjadi yang bercerita tentang seorang ibu yang berada di tinggal wilayah Khasmir. Ibu ini memiliki anak perempuan yang memiliki penyakit tulang. Si Ibu selalu berdoa kepada Allah SWT sambil beristighfar. Pasalnya dia sudah membawa anaknya ke dokter di sekitar wilayahnya namun tidak mendapatkan hasil.

Mereka hanya bilang bahwa hanya ada satu dokter yang mampu menangani penyakit ini. Dokter tersebut seorang muslim shli spesialis tulang, namun sayangnya Ia tinggal sangat jauh yakni di India.

Sang Ibu mengetahui jika dirinya tidak memiliki kemampuan untuk pergi ke India membeli tiket pesawat, makan selama di sana dan biaya berobatnya. Maka ibu ini hanya memperbanyak doa dan Istighfar.

Ringkas cerita, dokter yang menjadi target keluar dari India untuk mengisi sebuah acara dan melewati wilayah Khasmir.

Tiba-tiba pilotnya bilang tidak bisa terbang karena ada hujan badai dan harus turun di wilayah ini. Setelah turun tiba-tiba berkata “saya harus menghadiri seminar, berapa jauh lagi wilayah ini dari tempat tujuan”

Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk sampai sekitar empat jam, sehingga sang dokter memilih untuk menyewa mobil karena waktu untuk seminar sekitar enam jam lagi.

Akhirnya ia meninggalkan Bandara untuk menuju lokasi seminar. Namun sayang, baru sebentar meninggalkan bandar hujan semakin lebat sehingga supir tidak bisa melanjutkan perjalanan. Karena jika dipaksakan maka mereka akan menghadapi badai.

Akhirnya dokter menyetujui untuk beristirahat dengan mendatangi rumah penduduk setempat. Rumah tersebut tampak tua yang terbuat dari kayu yang reot. Lalu dokternya mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta bantuan agar sang pemilik rumah memberikan tumpangan.

Lalu sang dokter masuk dan si ibu mengambilkan minuman. Ketika sang dokter berada di ruang tamu, anak si ibu ini menangis kesakitan dikamar. Lalu dokter bertanya

“Kenapa anak ibu menangis” tanya dokter

“Sakit tulang” jawab sang ibu

“Kenapa tidak dibawa ke dokter?”

”Sudah, tapi kata dokter mereka tidak bisa menyembuhkan. Yang bisa menyembuhkan hanya dokter yang bernama si Fulan,”

Dokternya lalu berkata segala puji bagi Allah yang mendatangkan saya ke rumah ibu. Saya ini dokter yang ibu maksud. Allah datangkan ke rumahnya justru hanya dengan Istighfar, tanpa biaya dan gratis. Masya Allah.

3. Berkah Merutinkan Istighfar Selamat dari Fitnah  
Kisah selanjutnya datang dari dokter spesialis jantung yang bernama Dr. Khalid Jubai. Ia mengalami keajaiban Istighfar dalam hidupnya. Pada suatu ketika, Dr. Khalid Jubai mendapat fitnah dari rekan sekantornya. Jika fitnah tersebut berhasil dibuktikan, maka sang dokter ternacam dipensiunkan dini dari rumah sakit.

Hal ini membuatnya gusar hingga begitu tersiksa batin.  Meski demikian, ia berjuang untuk memulihkan nama baik. Tapi upayanya tidak cukup untuk bisa melawan rekan sekantornya yang menebar fitnah. Kondisi ini sempat membuatnya putus asa hingga beberapa saat.

Namun keajaiban mulai terjadi ketika Ia mendatangi masjid. Setelah salat, ia teringat sesuatu yang mengubah pemikirannya.  Selama ini semua orang yang sakit datang kepadaku dengan harapan besar agar aku mengobati mereka, tapi mengapa sekarang aku sendiri justru tidak mampu,” pikir beliau.

Selanjutnya tiba-tiba beliau teringat keutamaan istighfar, dan merasakan adanya dorongan yang sangat kuat untuk melakukannya. Maka sepanjang perjalanan pulang beliaupun mulai mengulang-ulang bacaan istighfar ini:

“Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih”

(Aku bersitighfar memohon ampun kepada Allah, Yang tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan aku bertobat kepada-Nya) HR. Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud dan At-Tirmidzi dari Bilal bin Yasar bin Zaid.

Sesampainya di rumah, ada perasaan lega yang begitu dasyat. Ia mengalami semacam pengalaman spiritual yang merasuk ke dalam hati beliau. Sehingga beliaupun tak henti membaca lafadz istighfar tersebut, setiap saat dan dalam segala kondisi.

Singkat cerita, hingga pada suatu waktu, semua tuduhan yang menjadi rumor buruk terhadapnya ternyata tidak terbukti. Tentu saja beliau terkejut sekaligus bersyukur mengetahui kabar ini. Dengan begitu beliau menjadi bebas dari sanksi pemberhentian kerja dan namanya pun menjadi bersih kembali.

Tak cukup sampai disitu, akibat fitnah yang dialamatkan kepada beliau tidaklah terbukti, 5 koleganya yang melaporkan beliau itu pun turut menerima konsekuensi atas tuduhan yang tidak berdasar tersebut, diantara mereka ada yang dimutasi dari tempat dan posisi kerjanya semula, ada yang justru dipensiundinikan, ada yang mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada beliau dan instansi terkait.

Maka dari itu hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi SAW jikalau bersama istighfar ada kemudahan dari permasalahan yang mendera kita. Dan amalan pembuka pintu rezeki yang mujarab dari Al-Qur’an dan Hadist.

INI Amalan di Pagi Hari Agar Seharian Dibanjiri Rezeki. JOM AMALKAN

Pagi merupakan waktu untuk mengawali hari. Ada yang memulainya dengan olahraga, mandi lalu menyantap makanan bergizi, mempersiapkan diri bekerja menjemput rezeki, dan ada pula yang menghabiskannya dengan menonton tayangan televisi.

Apapun yang dilakukan pada pagi hari, biasanya berpengaruh terhadap kondisi dan situasi diri. Termasuk, dapat mempengaruhi sedikit banyaknya rezeki yang akan datang menghampiri. Banyak amalan pagi yang sebenarnya bisa membuat seharian banjir rezeki.

Sayangnya, pagi sering terlewat begitu saja  tanpa amalan-amalan ini. Biasanya ini terjadi karena orang sibuk dengan pekerjaan duniawi. Padahal, tanpa disadari amalan ini justru membuat derasnya aliran rezeki. Apa saja amalan tersebut? Berikut ulasannya.

1. Bertaubat
Mungkin ini menjadi salah satu amalan yang dianggap aneh bagi sebagian orang. Bagaimana mungkin bertaubat bisa membuat rezeki lancar? Ternyata hal itu mungkin saja, pasalnya orang yang jauh dari rezeki disebabkan karena dosa yang dilakukannya. Nabi Muhammad SAW dalam hadist riwayat Ahmad yang artinya:

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).

Sudah jelas bukan? Jika dosa menjadi penghambat, maka taubat menjadi cara untuk memperlancar. Maka jangan lewatkan pagi tanpa membaca istigfar kepada Allah SWT. Bisa dilakukan setelah shalat Subuh, atau sepanjang anda melakukan aktivitas pada pagi hari.

“Barang siapa yang memperbanyak dari istighfar, Allah menjadikan dari tiap-tiap kesusahan ada kelonggaran/kemudahan, dan dari tiap-tiap kesempitan ada jalan keluar, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka”. ( HR Ahmad )

2. Sedekah
Amalan pagi untuk memperlancar rezeki juga bisa dilakukan dengan cara bersedekah. Banyak kesempatan kita untuk memberi saat pagi hari. Bisa jadi, kita bertemu dengan pengamen yang tiba-tiba bernyanyi di tengah lampu merah, anak kecil yang tiba-tiba datang mengelap kaca mobil, atau pengemis yang paginya sudah berada di pinggiran jalan dan mengharapkan belas kasihan.

Jangan langsung bete karena kehadiran mereka ya. Karena mungkin saja, Allah SWT mengirimkan mereka yang berkekurangan untuk mengajarkan kita bagaimana cara berbagi. Dan bukan tanpa balasan, Allah sudah menjanjikan mengganti apa yang kita beri.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. QS: Saba [34] : 39

3. Mengawali Aktivitas dengan Salat Dhuha
Amalan pagi agar kebanjiran rezeki seharian adalah menjalankan shalat Duha. Susah? Memang, terlebih jika dalam kondisi bekerja yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, shalat duha tidak membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Tapi hanya perlu 5-10 menit sehari saat pagi menjelang matahari meninggi.

Bagi orang yang mencari pekerjaan, luangkanlah waktu anda untuk mengawali aktivitas anda dengan shalat dhuha sebelum berangkat mencari pekerjaan, dan agendakan diri anda untuk senantiasa melakukan shalat dhuha setipa pagi, karena itu merupakan aplikasi rasa syukur kita kepada Allah.

Dan bagi orang yang sudah bekerja dan menuntut anda untuk berada di tempat kerja sebelum waktu dhuha, hendaklah anda anda meluangkan sedikit waktu untuk melakukan shalat dhuha.  Karena Allah sudah menjanjikan anda dengan rizki yang selalu cukup dan berkah untuk anda.

Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad 17390, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 666 dan Syuaib al-Arnauth).‎

Niatkanlah dalam diri jika salat ini dilakukan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah.

4. Bersyukur
Bersyukur adalah cara menambahkan lebih. Dengan bersyukur maka orang akan selalu merasa cukup. Lihatlah bagaimana bahagianya mereka yang hanya berpenghasilan Rp.20 ribu sehari karena terus bersyukur. Atau orang yang sibuk kesana-sini dengan uang segoni tetapi tidak pernah merasa lebih.

Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamt tersebut, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim; 7 ).

Tidak sulit bukan jika pada pagi hari mengucapkan Alhamdulillah atas semua rezeki yang diterima? Paling tidak, berterimakasihlah karena masih menghirup udara pagi ini.

Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina. Nauzubillah Min Zalik!

Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik saat di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan  meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.

Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.

Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan  60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
  2. Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh  1.000 umat Islam
  3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
  4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
  5. Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.

Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, melaksanakannya tepat waktu, serta mampu mengajak keluarga lainnya untuk salat tepat waktu. Semoga saja tulisan ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Tiga Doa Nabi Daud yang Penting Bagi Kehidupan Kita

Nabi Daud merupakan salah satu yang diperintahkan untuk memperingatkan kaum Bani  Israil agar kembali ke jalan Allah. Akan tetapi setiap tugas yang diemban tentu memiliki kesulitan tersendiri dan Nabi Daud juga mengalaminya.

Akan tetapi, Allah SWT Maha Baik terhadap hamba-Nya. Untuk memudahkan dakwah yang dilakukan nabi Daud, maka Allah memberikannya beberapa mukjizat kepada beliau. Di antaranya adalah memiliki suara yang merdu, bisa melenturkan besi.

Namun Nabi Daud tidak pernah lupa untuk berdoa kepada Alllah. Beliau kerap berdoa terkait kehidupan yang kemudian banyak dicari oleh manusia pada masa sekarang ini. Lantas doa apa sajakah yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Doa Nabi Daud Agar Suara Merdu
Doa pertama yang sering diucapkan oleh Nabi Daud adalah agar memiliki suara yang merdu. Untuk kita yang ingin memiliki keinginan tersebut bisa mengamalkan doa yang sering dibaca oleh nabi Daud tersebut. Doa ini sendiri berbunyi:

“Allaahumma inni as-aluka shautan khofiifan hasanan qawiyyan ka shauti Nabiyyina Daawuda ‘alaihi salaam”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu suara yang ringan, bagus dan kuat seperti Nabi Daud As.”

Cara mengamalkannya adalah dengan membacanya setiap hari, tiga kali di depan segelas air. Lalu selanjutnya minumlah air tersebut maka air yang telah didoakan tadi akan member energi positif kepada pita suara kita. Akan tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah gunakan suara yang merdu itu untuk melakukan hal yang sesuai perintah Allah dan bukannya untuk sebuah tindakan kemungkaran.

2.  Doa Nabi Daud untuk Melunakkan Hati Seseorang
Selain memiliki suara yang merdu, nabi Daud juga memiliki mukjizat untuk melenturkan besi. Untuk mendapatkan keberkahan ini, beliau senantiasa berdoa kepada Allah. Namun untuk kita manusia biasa, bisa mengambil karomah dari doa ini agar dapat melunakkan atau melembutkan hati seseorang. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

“Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid”

Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Kamu melembutkan Daud (akan) besi”

Doa ini bisa diamalkan ketika kita sedang berhadapan dengan orang yang keras hati dan sangat sulit untuk dinasihati. Seperti pasangan yang suka mengajak berdebat dan tidak mau kalah atau anak yang mulai membangkang perintah orangtua.

3. Doa Nabi Daud Agar Cepat Dapat Jodoh 

Doa terakhir yang sering diucapkan nabi Daud adalah yang terkait dengan jodoh. Perkara ini sudahlah pasti menjadi hal yang sering dicari oleh manusia zaman sekarang. Doa ini ternyata sangat mustajab bagi mereka yang ingin menikah namun belum mendapatkan jodoh. Lafadz doa tersebut tercantum dalam HR. Tirmidzi 3412.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu, perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai dari pada diriku, keluargaku, serta air dingin.”

Doa ini bisa dibaca ketika kita selesai melaksanakan shalat fardhu dan juga shalat hajat. Jangan lupa berdoanya dengan bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan sungguh-sungguh agar doa tersebut terkabulkan.

Demikianlah informasi mengenai tiga doa Nabi Daud yang penting bagi kehidupan. Nabi dan Rasul memang menjadi tauladan yang baik bagi umatnya. Semoga kita termasuk dalam hamba yang doanya diijabah oleh Allah SWT.

10 Cendekiawan Non-Muslim Beri Pendapat Mengenai Nabi Muhammad S.A.W

muhammad rasul allah

Nabi Muhammad S.A.W merupakan manusia teragung di atas muka bumi ini. Bagi orang Islam, sama ada mengenali sedikit atau banyak, kita wajib mempercayai dan beriman bahawa baginda adalah pesuruh Allah.

Sehingga hari ini, Barat masih tidak berputus asa dalam usaha memburukkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, dengan menyebarkan fitnah mengatakan bahawa baginda adalah penipu. Namun begitu, ramai cendekiawan Barat berpandangan sebaliknya.

iluminasi.com ingin berkongi pendapat 10 cendekiawan Barat mengenai Nabi Muhammad S.A.W

1. Mahatma Gandhi

mahatma gandhi

Young India tahun 1924 : 

“Saya menjadi lebih yakin bahawa pedang bukanlah penyebab Islam memenangi hati orang-orang terdahulu menjadikan sebagai pegangan hidup. Ia adalah kesederhanaan yang tegas, ciri-ciri dan peribadi nabinya (Muhammad) yang sangat hebat, perhatian yang teliti terhadap janji-janjinya, penabdian yang kuat terhadap sahabat-sahabat dan pengikutnya, keikhlasannya, ketakutannya, kepercayaan yang mutlak teradap Tuhan dan misinya sendiri,”

“Perkara-perkara ini yang berjaya mengatasi setiap masalah, bukannya pedang yang dipegang serta segala yang dibawa dihadapan mereka. Apabila saya menghabiskan jilid kedua biografi baginda, saya sedih kerana tiada lagi yang saya boleh baca mengenai kehidupan baginda yang sangat menakjubkan,”

2.  George Bernard Shaw

george bernard shaw

The Genuine Islam Jilid.No.8, tahun 1936 :

“Saya sentiasa memandang agama yang dibawa Muhammad dengan pendangan yang tinggi kerana kekuatan dan keindahannya. Ia satu-satunya agama yang bagi saya, mampu memproses keupayaan pemahaman ke fasa kewujudan yang berubah-ubah, membuatkan ia menarik minat setiap lapisan umur.

Saya telah mengkaji mengenai Muhaamad, baginda adalah lelaki yang sangat hebat dan patut digelar sebagai penyelamat manusia. Saya menjangkakan kepercayaan Muhammad ini boleh diterima di Eropah pada masa akan datang, kerana ia mula diterima di Eropah pada hari ini,”

3. Dr. William Draper

dr william draper

“4 tahun selepas kematian Justinian, 570 Masihi, lahirnya di Mekah, seorang lelaki yang membawa pengaruh yang paling besar kepada umat manusia. Menjadi ketua agama kepada banyak empayar, memberi panduan dalam kehidupan harian kepada satu pertiga populasi manusia. Beliau sememangnya layak mendapat gelaran Pesuruh Allah.”

4. Alphonse de Lamartine

alphonse de lamartine

Histoire de la Turquie, Paris 1854, Jilid II, muka surat 276-77 :

“Jika kehebatan sesuatu tujuan, sekecil-kecil cara, dan hasil yang sangat mengejutkan adalah 3 kriteria yang membuktikan hebatnya manusia, siapa yang berani untuk membandingkan mana-mana individu hebat dalam dunia moden dengan Muhammad?

Lelaki yang paling terkenal dan terhebat hanya menghasilkan senjata, undang-undang dan empayar sahaja. Mereka menghasilkan, jika ada apa-apa pun, hanyalah kekuatan kebendaan yang sering hancur di depan mata mereka sendiri.

Namun lelaki ini bukan sahaja menggerakkan pasukan tentera, perundangan, empayar, rakyat dan dinasti, malah berjuta-juta manusia (satu pertiga) daripada populasi dunia ketika itu. Lebih daripada itu, baginda menggerakkan mazbah-mazbah (Kristian), tuhan-tuhan (berhala), agama-agama, idea-idea, kepecayaan-kepercayaan dan juga roh-roh.

Kesabaran dalam kemenangan, cita-cita baginda diabdikan kepada satu tujuan, dan bukannya hanya berusaha untuk sebuah empayar. Doa dan sembahyangnya yang tak berkesudahan, perbualan dengan Tuhan, kewafatan dan kejayaan selepas kewafatannya. Semua ini membuktikan ia bukanlah kepuraan, tetapi kepercayaan yang tegas membuatkan baginda berkuasa untuk mengembalikan kepercayaan sebelumnya.

Ahli falsafah, pemidato dan penceramah, rasul, penggubal undang-undang, pahlawan, penakluk gagasn, pengembali kepercayaan, pengasas dua puluh empayar darat dengan satu empayar agama, dia adalah Muhammad. Mengikut semua piawaian yang digunakan bagi mengukur kehebatan manusia, kita hanya boleh bertanya, wujudkah mana-mana individu yang lebih hebat daripada Muhammad?”

5. Leo Tolstoy

leo tolstoy

“Muhammad sentiasa berada lebih tinggi daripada Kristian. Baginda tidak menganggap Tuhan sebagai manusia, dan tidak pernah menyamakan tarafnya dengan Tuhan. Orang Islam tidak menyembah apa-apa melainkan Allah dan pesuruh-Nya, iaitu Muhammad. Tiada misteri dan rahsia mengenai perkara ini”

6.  Reverend Bosworth Smith

rev bosworth smith

Mohammed and Mohammadanism, London tahun 1874, muka surat 92 :

“Muhammad adalah seperti Caesar dan Pope digabungkan. Beliau seperti Pope tetapi tanpa keinginan untuk mendapat perhatian dari orang lain. Beliau seperti Caesar, tetapi tanpa tentera seperti Caesar.

Tanpa tentera di sekelilingnya, tanpa pengawal peribadi, tanpa istana, dan tanpa gaji tetap; jika ada mana-mana lelaki yang mempunyai hak untuk berkata beliau memerintah dengan wahyu yang sebenar, ia adalah Muhammad, kerana baginda mempunyai kuasa tanpa alatannya dan bantuannya.”

7. Profesor Ramakrishna Rao

profesor ramakrishna rao

“Personaliti Muhammad, ia adalah satu perkara yang tersangat sukar untuk dihadamkan. Saya hanya mampu memproses sekilas daripadanya sahaja. Ia merupakan kejayaan dramatik yang sangat indah. Baginda adalah Muhammad, seorang nabi, seorang pahlawan, seorang ahli perniagaan, seorang negarawan, pemidato, pembawah pembaharuan, pelindung anak yatim dan hamba, pemerdeka wanita, hakim, dan wali.

Segala peranan yang digalas dalam segala jabatan kemanusiaan ini, baginda merupakan seorang wira,”

8. Montgomery Watt

montgomery watt

Mohammad at Mecca, Oxford tahun 1953, muka surat 52 :

“Kesediannya untuk menghadapi penganiayaan semata-mata kerana kepercayaannya, karekter bermoral tinggi membuatkan baginda dijadikan pemimpin, kehebatan pencapaiannya – semua orang berhujah mengenai keikhlasan dan integriti asas baginda. Namun, untuk mengatakan Muhammad sebagai penipu menimbulkan lebih banyak masalah, daripada menyelesaikannya.

Tidak ada satu pun tokoh-tokoh besar sejarah yang kurang dihargai di Barat sebagaimana Muhammad.”

9. Annie Besant

annie besant

The Life and Teachings of Muhammad, Madras tahun 1932, muka surat 4 :

“Adalah sangat mustahil bagi mana-mana individu yang mengkaji kehidupan dan watak Nabi Muhammad, yang tahu bagaimana baginda mengajar dan hidup, untuk merasakan apa-apa, selain daripada penghormatan terhadap baginda.

Walaupun apa yang saya sampaikan kepada anda mungkin anda juga pernah tahu mengenainya, namun saya sendiri apabila membaca kembali mengenai Muhammad, pasti akan wujud rasa kagum yang baru, rasa penghormatan terhadap manusia hebat ini,”

10. Thomas Carlyle

thomas carlyle

Heros and Heros Worship :

“Bagaimana seorang laki-laki bersendirian, mampu menggabungkan dua bangsa yang berperang antara satu sama lain, menjadi negara yang paling berkuasa dan bertamadun, hanya dalam kurang 20 tahun?

Pembohongan dan fitnah-fitnah oleh Barat yang dilontarkan kepada Muhammad hanyalah memalukan diri kita sendiri. Jiwa yang sangat hebat dan bersungguh-sungguh. Muhammad ditakdirkan menyinari dunia, melalui arahan Pencipta bumi ini”

Rahsia Kalimah “وليتلطف” Dalam Surah Al-Kahfi Yang Ramai Orang Tak Tahu

Rahsia Kalimah “وليتلطف” Dalam Surah Al-Kahfi

“Dan demikianlah Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), supaya mereka bertanya-tanyaan sesama sendiri. Salah seorang di antaranya bertanya: ‘Berapa lama kamu tidur?’, sebahagian dari mereka menjawab: ‘Kita telah tidur selama sehari atau sebahagian dari sehari’.

Sebahagian lagi dari mereka berkata: ‘Tuhan kamu lebih mengetahui tentang lamanya kamu tidur; sekarang utuslah salah seorang dari kamu, membawa wang perak kamu ini ke bandar; kemudian biarlah dia mencari dan memilih mana-mana jenis makanan yang lebih baik lagi halal;

kemudian hendaklah ia membawa untuk kamu sedikit habuan daripadanya; dan hendaklah ia berlemah-lembut dengan besungguh-sungguh; dan janganlah dia melakukan sesuatu yang menyebabkan sesiapapun menyedari akan hal kamu.”

(Surah Al-Kahfi: 19)

Waktu zaman kanak-kanak dulu bila baca Quran, selalu wondering kenapa ada satu perkataan dalam Surah Al-Kahfi diwarnakan merah? (rujuk gambar).

Ada yang mengatakan, sejarah di sebalik perkataan ini dicetak merah adalah ketika Sayyidina Uthman bin Affan RA terbunuh, percikan darahnya mengenai mushaf Al-Quran tepat pada tulisan “وليتلطف”.

Maka kerana itu ia ditulis dengan warna merah untuk mengenang kematian Sayyidina Uthman bin Affan RA.

Saya tidak pasti asal-usul dan kesahihan kisah ini. Dan bukan sejarah atau kenapa ia berwarna merah yang ingin saya sentuh dalam catatan ini.

Apa yang ingin saya kongsikan ialah berkenaan kedudukan dan mesej pentingyang terdapat dalam perkataan “وليتلطف” itu sendiri.

Menurut Ibnu ‘Asyur dalam kitabnya ‘At-Tahrir Wa At-Tanwir’, majoriti Ulama’ Ilmu Tafsir berpendapat jika dikira satu-persatu perkataan dalam Al-Quran bermula dari perkataan “الحمد” di dalam Surah Al-Fatihah dan berakhir dengan perkataan “الناس” dalam Surah An-Nas, kita akan dapati perkataan “وليتلطف” kedudukannya terletak betul-betul di tengah-tengah Al-Quran.

Umpamanya dalam satu bulatan, perkataan ini merupakan titik tengah (central point), terbentuk di sekelilingnya satu lingkaran dengan jarak malar.

Apakah hikmah perkataan ini sebagai ‘central point’ Al-Quran?

Jika kita membuat sedikit ‘bedah siasat’ terhadap perkataan “وليتلطف”, ia terdiri dari 3 unsur;
1. Wau al-‘Athaf (و العطف) : Kata penghubung
2. ‎Lam al-Amr (لام الأمر) : Kata suruhan atau perintah
3. ‎Perkataan يتلطف : Kata kerja

Perkataan “يتلطف”, jika diperhatikan, mengandungi di dalamnya maksud kindness (berbuat baik), patience (bersabar), respectful (menghormati), generous (bermurah hati), gentle (lemah lembut) dan humble (rendah hati). 

Atau dengan kata lainnya, segala sifat yang baik terkumpul dalam satu perkataan ini.

Datangnya perkataan ini diikat dengan kata suruhan dan perintah, menunjukkan ia merupakan satu perintah dari Allah SWT untuk kita sentiasa menghormati dan berbuat baik sesama manusia, tanpa mengira umur, pangkat, bangsa dan agama, sama ada dalam perkataan mahupun perbuatan seharian.

Terletaknya pula perkataan ini di lokasi paling tengah di dalam Al-Quran, memberi isyarat kepada kita bahawa mesej agung yang ingin disampaikan Kitabullah ini adalah tentang peri pentingnya kita sebagai manusia, dalam menjalani kehidupan di dunia ini agar sentiasa bersikap toleransi, lemah lembut, pemaaf, rendah hati.

Sebagaimana Allah SWT turut memberi dorongan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dalam Surah Ali Imran, Ayat 159:

“Maka dengan sebab rahmat dari Allah kepadamu wahai Muhammad, engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka, dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari dirimu. Oleh itu maafkanlah mereka, dan pohonlah ampun bagi mereka, dan bermesyuaratlah dengan mereka dalam segala urusan..

Inilah ‘central thought’ yang dibawa oleh Al-Quran. Tidak kira bagaimana jua bentuk ayat Al-Quran yang datang; ayat hukum-hakam, ayat penceritaan, ayat suruhan sekalipun ayat larangan, hakikatnya Al-Quran sedang membawa para pembacanya kembali kepada maqasid asal penurunan Al-Quran itu sendiri;

“Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau wahai Muhammad, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.” (Surah Al-Anbiyaa’: 107)

Allah mengutuskan Baginda Nabi Muhammad SAW ke dunia, dengan tugas menyebarkan Kalam Tuhannya. Di dalam Kalam-Kalam itu mengandungi pesan-pesan ‘rahmat’ buat sekalian penduduk bumi dan langit.

“Tidak kami turunkan Al-Quran kepadamu wahai Muhammad supaya engkau menanggung kesusahan.” (Surah Taaha: 2)

Tidak pula Allah menurunkan Al-Quran supaya kita menanggung kesusahan, secara mafhum mukhalafahnya, Al-Quran diturunkan kepada manusia supaya mereka dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kerana setelah kita menyahut seruan Tuhan untuk bersikap baik dan berlemah lembut sesama insan, kita akan mendapati kehidupan di dunia ini berjalan dengan mudah, gembira, bahagia dan penuh keberkatan.

Maka benarlah firman Allah yang bermaksud:

“Dan tidaklah sama kesannya perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat. Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berkelakuan sedemikian, maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib.

Dan sifat terpuji ini tidak dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang yang sabar, dan tidak juga dapat diterima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagiaan dunia dan akhirat.”

(Surah Fussilat: 34 & 35)

Salam Jumaat penuh berkat. Jangan lupa baca Al-Kahfi.